Just a story

Pengalaman ku Ikut Kelas Inspirasi

Haloooo semua…

Di tulisan kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku ikut kelas inspirasi di Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung tanggal 28 Oktober 2017.

Kelas Inspirasi ini diadakan oleh anak – anak muda yang tergabung dalam Program Tubaba Cerdas (it’s like Indonesia Mengajar program). Mereka mengundang orang – orang yang sudah bekerja (katakanlah para profesi) untuk bergabung sebagai relawan, yang nantinya para profesi ini akan menceritakan gimana pekerjaannya di depan anak – anak SD. Jadi harapannya, anak – anak ini dapet wawasan baru, bahwa ada lho profesi ini di dunia.. kalo kamu mau, kalo sudah besar nanti kamu bisa jadi ini.

photo_2017-11-10_18-31-23
Peserta Kelas Inspirasi Tubaba 28 Oktober 2017

Programnya ada dua macam. Relawan inspirator (yang kasi materi di kelas) dan relawan dokumentator. Karena ini adalah pengalaman baruku dan kebetulan aku baru aja beli kamera mirroless (cieeeh), jadi aku mendaftar sebagai dokumentator. Supaya kamera ku itu ada gunanya dan sekalian aku mau pelajari dulu, jadi inspirator itu kayak apa.

Kerjaannya?? Ya bikin dokumentasi. Nge- shoot dan editing.

photo_2017-11-10_18-25-29
Lagi nge-shoot anak – anak SDN 02 Panaragan

Pengalaman ini buat aku benar – benar menarik. Kenapa? Karena Di sana aku ketemu dengan orang baru tanpa ada satu orang pun yang aku kenal sebelumnya. Berkunjung ke tempat yang baru, dan melakukan hal yang belum pernah aku lakukan.

Dari Jakarta, aku naik pesawat Citilink, flight jam 6 pagi menuju bandara Raden Inten. Flight cuma 40 Menit dari jakarta.

Sampe di sana, aku ketemu sama kak Budi (Relawan dari Bandung) trus dijemput sama Panitia Lokal, namanya Cynthia.

Perjalanan dari Bandara ke kabupaten Tulang Bawang Barat (Red – Tubaba) lumayan jauh. Makan waktu 3 jam lebih dalam keadaan jalanan lancar no macet kayak di Jakarta. Kamu bisa bayangin, gimana capenya cynthia. Dia berangkat dari Tubaba ke bandara perjalanan 3 jam lalu jemput kita, trus balik lagi ke Tubaba perjalnaan 3 jam lagi naik bus odong – odong yang kayak kopaja gitu. I respect her So Much… thanks Cynthia,, you’re so kind. :huge:

Sesampainya di Tubaba, kami disambut sama panitia lokal dan teman – teman relawan lainnya. Relawan yang ikut dari bermacam – macam background. Tentara, pemadam Kebakaran, Anggota DPR, jurnalis, dokter gigi, apoteker, dosen, dan banyak lagi.

Lalu kita dibriefing untuk acara keesokan harinya. Mau ngapain aja dan apa aja yang harus disiapkan. Trus diajarin yel – yel dan nyanyian gitu buat Ice Breaking ke anak -anak.

Aku seneng banget ketemu sama orang – orang ini. Mereka pribadi yang ramah, humble dan pastinya peduli dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Atmosphernya sangat positif.

The second day was the day we executed our plans. Wanna know what we did?? You can watch it by clicking this link.

Para relawan disebar ke beberapa sekolah. Aku ditugaskan di SDN 02 Panaragan. Guru – gurunya sangat kooperatif, tim relawan dan panitia lokal juga kerja samanya oke. Semua saling support hingga akhirnya acara berjalan lancar. Alhamdulillaaah.. ๐Ÿ™‚

Setelah acara selesai, kami melakukan evaluasi di Islamic Centre. Tentang apa saja yang sudah baik dan apa saja hal yang perlu ditingkatkan serta komitmen ke depan untuk mensupport sekolah tersebut.

photo_2017-11-10_18-25-34

Islamic Centre ini salah satu Icon Tubaba yang bisa dibanggakan. Jadi di sana ada masjid dan aula serbaguna yang isa dipakai siapa aja. GERATISS!! Waktu refleksi di sana, ada banyak anak muda lagi latihan bela diri dan paduan suara.

Tampak Depan Masjid Islamic Centre
Tampak Depan Masjid Islamic centre

 

Oya, selama di sana kita semua nginep di rumah penduduk. Malem pertama aku nginep di rumah Ibu bendahara sekolah SDN 02 Panaragan trus malam kedua nginep di rumah family house salah satu pengajar Tubaba Cerdas.

Hari ketiga, kami diajak jalan sama panitia lokal menyusuri sungai way kiri. Tidak ada yang istimewa dari sungai ini, hanya saja suasana terasa menyenangkan. Kami berhenti sebnetar untuk memancing ikan. Tapi karena benang yang dipake kurang panjang dan memang semuanya amatir, haha, jadilah ikan – ikan di sungai way kiri itu tiba ย tiba jadi sakit gigi ga ada yang mau menghampiri kami.

photo_2017-11-10_18-31-27

photo_2017-11-10_18-31-32
mancing di sungai way kiri

Menurut ku lebih cocok dibilang mancing kerusuhan ketimbang mancing ikan. Soalnya rusuh banget trus pake acara nguras perahu kar’na tiba-tiba perahunya bocor. wkwk

Setelah capek mancing kerusuhan, tibalah saatnya kami pulang ke tempat masing – masing. Aku bersama dua relawan lain kembali ke Jakarta. Satu – satunya pengalaman yang tidak aku sukai adalah pengalaman pulang ke Jakarta. Aku kena Delay 2 jam. Pesawat apa?? Ya… kamu bisa tebak, maskapai apa yang terkenal dengan kebiasaan delaynya, Lion Air.

Akhirnya sampe di Jakarta jam 11 malam. Kemudian besoknya harus berangkat kerja jam setengah 7 karena kena jadwal piket. Alhamdulillaah.. dilemeshin aja shaay kalo kata kids jaman Jigeum.

Yaudah,, sekian dulu cerita ku kali ini.. kalau mau tanya – tanya lebih lanjut tentang kelas inspirasi ini, kita bisa diskusi via email di sitirahmah765@ymail.com

Salam inspirasi.. ๐Ÿ™‚

 

 

 

Advertisements